
Utas dari @muxxxxx membuka dengan candaan soal motion control jalur BPJS, istilah yang dia pakai untuk cara murah dan sederhana mendapatkan hasil serupa.
Modalnya Google Flow. Karakter dari sebuah foto dibuat mengikuti gerakan video referensi, tanpa workflow panjang dan tanpa tool motion control khusus.
Pada contoh yang dia bagikan, sebuah foto selfie diubah menjadi karakter yang tampil di video. Ada juga perbandingan sebelum dan sesudah, dengan pose dan latar yang tetap sama meski pakaiannya berganti.

Langkahnya di Google Flow
Buka Google Flow, lalu masuk ke project baru. Unggah dua bahan: video referensi yang gerakannya ingin ditiru, dan gambar karakter yang sudah disiapkan.
Di titik ini banyak orang berhenti di perintah singkat semacam ganti karakter. Menurut penulisnya, cara itu kurang terkontrol karena AI jadi bebas berkreasi.
Yang perlu dilakukan justru mengunci semua yang tidak boleh berubah: gerakan, kamera, dan elemen lain di dalam video.

Prompt yang dipakai
Tempel prompt berikut di Google Flow, tanpa diubah.
“Replace only the original person in the reference video with the character shown in the provided image. Preserve the original video’s motion, timing, body gestures, facial expressions, camera movement, framing, background, environment, and lighting. Keep all other visual elements unchanged. The new character must follow the original person’s movements as closely as possible. Do not add new actions, dialogue, or objects. Output a silent video with no audio.”
Inti prompt itu ada di bagian preserve: gerakan, timing, gestur, ekspresi, pergerakan kamera, framing, latar, lingkungan, dan pencahayaan diminta tetap. Karakter baru hanya menggantikan orangnya.
Bagian terakhir juga penting: output video tanpa audio.



Ini bukan motion capture
Penulisnya menegaskan satu hal supaya ekspektasi tidak terlalu tinggi. Prompt tadi hanya membantu mengarahkan hasil, bukan menjamin motion transfer yang sempurna.
Kemampuan mengikuti video juga bergantung pada model dan fitur yang tersedia. AI video generatif bukan sistem motion capture yang menjamin setiap gerakan tersalin persis.
Karena itu, hasilnya bisa berbeda. Pose kadang meleset, tangan kadang berubah, dan ekspresi wajah ikut berubah.
Sarannya: mulai dari video pendek dengan gerakan sederhana dulu.
Durasi video referensi
@rinafujianalexxxxx menanyakan berapa menit video referensi yang dipakai.
Penulis menjawab bahwa videonya dipotong 10 detik, karena Omni baru mendukung durasi 10 detik.
Soal audio dan hasil yang belum mirip
@davinxxxxx bercerita pernah mencoba motion control di Flow dan kadang audionya tidak sama.
Penulis menjawab dengan nada bercanda bahwa ini memang versi Sachetan, dan masih perlu dipoles supaya agak mirip aslinya.
@adelxxxxx menambahkan pengalaman berbeda. Menurutnya, cukup mengetik Motion Transfer dan hasilnya selalu berhasil. Yang sering gagal justru kalau prompt-nya juga meminta ganti background.
Saran dari mentor
Di bagian akhir, penulis mengutip mentornya, @arxxxxx. Pesannya: jangan langsung berharap koreografi kompleks bisa disalin sempurna.
Dia menyebut cara ini sebagai jalur BPJS versi Sachetan, istilah bercanda untuk jalan murah yang hasilnya belum tentu rapi. Pesannya jelas: jangan terlalu berekspektasi tinggi dulu.
Catatan soal utas ini
Bagian 2 dan 3 dari tujuh bagian utas ini sudah tidak tersedia di Threads, kemungkinan dihapus pemiliknya. Akibatnya, artikel ini disusun dari lima bagian yang masih bisa dibaca beserta balasan-balasannya.
Ringkasan
Google Flow bisa dipakai untuk menukar orang di video referensi dengan karakter dari sebuah foto, cukup dengan satu prompt panjang yang mengunci gerakan, kamera, latar, dan pencahayaan. Hasilnya bukan motion capture, jadi pose, tangan, dan ekspresi masih bisa meleset. Mulai dari video pendek 10 detik dengan gerakan sederhana, dan jangan berharap koreografi rumit tersalin sempurna.
