
Utas dari @ochxxxxx membuka satu pertanyaan yang sederhana: bagi yang sudah berhasil membangun one man one company, alat apa saja yang dipakai, agent-nya jalan 24/7 atau on-demand, dan berapa biaya bulanannya.
Jawaban yang masuk cukup beragam, dari yang gratisan sampai yang mengandalkan langganan. Ada tujuh setup yang dibeberkan, plus tiga catatan dari yang lebih dulu menjalankannya. Ini rangkumannya.
Media sosial tanpa campur tangan
@purboxxxxx menyerahkan urusan sosial media sepenuhnya ke AI. Posting, insight, sampai membalas komentar jalan sendiri. Dia hanya menyetujui brief.
Tumpukannya: agent Hermes, VPS Tencent, dan penyedia AI CommandCode.
Claude Code yang punya komputer sendiri
@terryxxxxx memilih pendekatan yang lebih fisik. Claude Code-nya dikustom, lalu diberi komputer dan dipasang di server Discord miliknya.
Hasilnya, dia merasa seperti bekerja bersama rekan kerja sungguhan. Tiap agent punya mesinnya sendiri dan bekerja di channel Discord yang berbeda.
Dia juga menyambungkannya ke Meta API dan Google Search Console. Sebagian masih dia bagikan di GitHub, dan tutorial ramah pemula akan dia tulis di situsnya sendiri.

Di tangkapan layarnya terlihat server bernama My AI Army, dengan channel seperti personal-assistant, ai-news, shorts-video-explainer, storytelling-video, lalu channel khusus untuk situs, kursus, analitik, dan umpan balik.
Seluruh alur konten, sampai MCP ke Photoshop
@yexxxxx membangun asisten pribadi yang menangani hampir seluruh alur konten: riset tren, brief, copywriting, penjadwalan, produksi, editing, publish, sampai analitik.
Yang menarik, dia mengintegrasikan MCP ke Photoshop dan Illustrator. Jadi AI-nya bisa mencari aset, mengunduh, masking, mengedit, sampai menghasilkan desain.
Semuanya jalan penuh di komputer lokal, tanpa VPS. Dia memakai Claude, OpenAI, dan Gemini hanya lewat langganan, tanpa membeli token API. Kalau kena limit, otomatis pindah ke model lain.
Biaya bulanan yang disebut
@hafizxxxxx menyebut biayanya hanya dua akun Claude seharga 20 dolar. Menurutnya yang lebih penting justru punya pengguna dan engagement.
@andii.xxxxx memakai otomasi konten sosial media dari riset sampai posting, dan biayanya hanya untuk AI plus VPS.
@yexxxxx menegaskan hal serupa: dia tidak membeli token API, cuma memakai langganan yang sudah ada.
Yang mahal bukan VPS, tapi agent tanpa batas
@canggihai_offxxxxx memberi catatan dari pengalaman sehari-hari mengurus agent: mulai dari satu pekerjaan yang paling sering berulang, misalnya menjawab pertanyaan harga, baru kemudian ditambah.
Menurutnya, yang membuat boros biasanya agent yang dibiarkan jalan tanpa batas, bukan VPS-nya.
Dia bahkan menyebut pembatasan tetap perlu meski agent jalan 24/7.
Model mid-tier sudah cukup
@adi.setixxxxx berpendapat faktor model sekarang tidak lagi signifikan menentukan hasil. Beberapa model kelas menengah sudah relatif bagus dibanding model mahal.
Yang menentukan, katanya, adalah konteks: memori, skills, MCP, dan sejenisnya, plus cara agent diatur dan dibagi ke sub-agent.
Mulai dari satu pekerjaan yang sudah dibayar
@tinbuilxxxxx menyarankan urutan yang berbeda dari kebanyakan orang: mulai dari satu pekerjaan sempit yang pelanggan sudah bayar, lalu bangun setup agent di sekitarnya, bukan mengumpulkan alat dulu.
Dia juga menyimpan satu pemeriksaan manusia sebelum apa pun menyentuh pelanggan atau uang sungguhan. Alasannya sederhana: satu kesalahan diam-diam lebih mahal daripada waktu yang dihemat.
Hermes plus skill buatan sendiri
@adityawicaksanxxxxx memakai Hermes, dengan skills yang dia buat sendiri setelah iterasi berkali-kali bersama Claude.
Instinct, Cue, dan Skydive
@galihexxxxx menyusun tumpukan yang berbeda: Instinct di WhatsApp dan iMessage untuk asisten pribadi, ChatGPT dan Gemini Pro untuk chat serta penyimpanan, lalu Cue by Manus dan Skydive untuk otomasi pekerjaan.
Dia menyebut Skydive gratis, dan melampirkan tangkapan layarnya.

Pola yang muncul
Dari semua jawaban itu, ada tiga hal yang berulang.
Pertama, hampir semua mulai dari satu pekerjaan konkret, bukan dari daftar alat. Kedua, biaya terbesar bukan di server, tapi di agent yang jalan tanpa batas dan di model yang dipakai. Ketiga, yang membedakan hasil bukan model termahal, tapi konteks dan susunan agent-nya.
Yang paling sering diabaikan justru yang disebut @tinbuilxxxxx: titik di mana manusia tetap harus memeriksa sebelum uang atau pelanggan sungguhan terlibat.
Ringkasan
Tidak ada satu setup yang menang. Ada yang menaruh agent di VPS murah dengan Hermes, ada yang memberi Claude Code komputer sendiri di Discord, ada yang menjalankan semuanya lokal dengan MCP ke Photoshop. Yang sama cuma satu: semuanya dibangun di sekitar pekerjaan yang benar-benar ada, bukan di sekitar alat yang sedang ramai.
