Hacker Binance Sulap USDT Beku Jadi ETH Lewat Aave

Tweet dari @julia_cxxxxx membahas satu langkah yang menurutnya paling cerdas dalam kasus peretasan Binance: memakai protokol pinjaman untuk menukar stablecoin yang bisa dibekukan menjadi aset yang tidak bisa dibekukan siapa pun.

Intinya begini. Tether dan Circle bisa membekukan USDT dan USDC di dompet tertentu. Tapi tidak ada yang bisa membekukan ETH yang sudah dipinjam.

Urutan kejadiannya

Semua berlangsung dalam hitungan menit pada 29 Oktober 2026.

Pukul 20.24 UTC, satu dompet panas Binance di Ethereum mengirim sekitar 167.464 ETH ke satu alamat. Beberapa menit kemudian masuk lagi 28.006 ETH dari dompet panas kedua.

Antara 20.58 dan 21.01 UTC, satu dompet milik pelaku menyetor 60 juta USDT ke Aave V3 di Ethereum, lalu meminjam 19.762 Wrapped Ether dalam dua kali transaksi: 3.271 ETH dan 16.491 ETH.

Pukul 21.01.35 UTC, Tether membekukan dompet utama pelaku. Beberapa detik kemudian dompet yang dipakai di Aave mengirim sisa USDT-nya ke tempat lain, dan pinjaman ETH-nya ikut pindah. Saat Tether memblokir dompet Aave itu pada 21.02.47, isinya sudah kosong.

Kenapa lewat Aave, bukan dijual

Stablecoin punya penerbit. Selama tokennya masih di dompet, penerbit bisa membekukannya. Itu yang terjadi pada miliaran dolar dalam kasus ini.

ETH tidak punya penerbit dan tidak punya daftar blokir. Tapi menjual USDT di bursa terdesentralisasi butuh waktu dan meninggalkan jejak.

Dengan menyetorkan USDT sebagai jaminan dan meminjam ETH, pelaku mendapat aset yang tidak bisa dibekukan tanpa harus menjual apa pun. USDT-nya tetap tercatat di dalam kontrak Aave.

Angka posisinya

Menurut LlamaRisk, penyedia analisis risiko untuk Aave, posisi itu berisi 59,9 juta dolar kolateral USDT melawan utang 43,8 juta dolar.

Baca juga  Exploring the Future: Enhance Your Daily Life with These Top AI Apps

Rasio pinjaman terhadap nilai jaminan sekitar 73 persen, dan posisinya masih kelebihan jaminan. Artinya protokol tidak menanggung kerugian dari transaksi ini.

Kurs yang buruk, tapi tidak nol

Hitungan sederhananya begini: 60 juta dolar jaminan untuk 19.762 ETH, berarti biaya per ETH sekitar 3.036 dolar.

Padahal saat itu harga ETH sekitar 2.240 dolar. Dari sisi nilai, itu kurs yang jelek.

Tapi seperti ditulis dalam tweet-nya, 44 juta dolar masih jauh lebih baik daripada nol, yaitu angka yang akan dia dapat kalau USDT-nya tetap di dompet dan dibekukan.

Yang tidak disebut tweet itu

Posisi di Aave bukan uang gratis. Kolateralnya tetap terkunci di protokol, dan pinjamannya tetap punya batas waktu likuidasi.

Menurut perhitungan LlamaRisk, posisi itu punya health factor sekitar 1,06. Kalau harga ETH naik sekitar 6 persen ke kisaran 2.365 dolar, posisinya bisa dilikuidasi.

Jadi yang dia dapat bukan 44 juta dolar bersih, melainkan posisi berleverage dengan jendela yang sempit. Kalau ETH naik, ETH pinjaman itu bisa diambil kembali lewat likuidasi.

Angka pembekuan yang berbeda-beda

Tweet itu menyebut Tether membekukan 1,77 miliar USDT dan Circle 825 juta USDC.

Angka resmi dari kedua perusahaan sedikit berbeda. CEO Tether, Paolo Ardoino, menyebut lebih dari 1,567 miliar USDT dibekukan. CEO Circle, Jeremy Allaire, menyebut lebih dari 800 juta USDC, dan pengukuran langsung di kontrak menunjukkan 823 juta USDC di satu alamat.

Elliptic mencatat sekitar 2,84 miliar dolar sudah dibekukan per Jumat pagi. Binance sendiri menyebut kerugiannya sekitar 6,3 miliar dolar.

Perbedaan angka ini wajar terjadi di kasus seperti ini, karena dana terus berpindah antar dompet selama pembekuan berlangsung. Sebagian USDT yang sudah dipindahkan bahkan sudah kosong saat alamatnya diblokir.

Baca juga  Unlock the Unseen: 8 Hidden Gems in AI Tools You've Likely Missed! Explore Innovations like Pineapple Builder, Supermeme AI, LogicBalls, and More

Aave membekukan, lalu membuka lagi

Untuk mencegah langkah serupa terulang, Aave membekukan 175 cadangan di Aave V3 pada 16 jaringan dan 117 cadangan di Aave V4.

Pembekuan itu berlangsung sekitar 16 jam. Setelahnya pasar dibuka kembali, dengan sembilan aset tetap pada loan-to-value nol, termasuk USDT, USDC, dan beberapa token lain yang dipegang pelaku.

Selama pembekuan, pengguna biasa masih bisa menarik dana, membayar utang, dan likuidasi tetap berjalan.

Siapa di baliknya

Sejumlah analis mengaitkan peretasan ini dengan TraderTraitor, kelompok yang sebelumnya juga dikaitkan dengan Korea Utara.

Ringkasan

Kasus ini memperlihatkan batas dari pembekuan stablecoin. Penerbit bisa membekukan tokennya sendiri, tapi tidak bisa membekukan aset yang dipinjam dengan token itu sebagai jaminan. Pelaku memakai celah itu untuk mengubah 60 juta USDT yang hampir dibekukan menjadi 19.762 ETH dalam waktu sekitar tiga menit. Yang dia tinggalkan bukan kerugian bagi Aave, melainkan posisi berleverage yang masih bisa dilikuidasi kalau harga ETH naik.

Sumber tweet