Tahukah kamu kalau sekarang kamu bisa bayar kopi, parkir, bahkan sedekah cuma pakai satu kode QR yang sama? Ya, itu semua berkat QRIS. Tapi sebenarnya, siapa sih yang buat QRIS? Apakah QRIS cuma bisa dipakai di Indonesia? Dan, aman nggak sih?
Tenang, semua akan dijelaskan dengan bahasa santai tapi tetap jelas. Yuk, kita mulai dari awal!
Apa Itu QRIS dan Siapa yang Membuatnya?
QRIS adalah singkatan dari Quick Response Code Indonesian Standard. Ini adalah standar nasional kode QR untuk pembayaran digital di Indonesia. QRIS diciptakan oleh Bank Indonesia (BI) bersama dengan ASPI (Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia).
Diluncurkan pada 17 Agustus 2019, QRIS dibuat untuk menyatukan berbagai sistem QR yang dulu berbeda-beda antar penyedia (GoPay punya QR sendiri, OVO sendiri, dll). Sekarang, dengan QRIS, semua aplikasi bisa saling baca dan bayar lewat satu kode QR saja. Simpel dan praktis!
Apakah QRIS Hanya Bisa Dipakai di Indonesia?
Awalnya iya. Tapi sekarang, QRIS sudah mulai go international!
Lewat inisiatif QRIS Antarnegara, kamu bisa pakai aplikasi dari Indonesia untuk scan QR di beberapa negara seperti:
- Thailand (PromptPay)
- Malaysia (DuitNow QR)
- Singapura (SGQR)
- Filipina (QR Ph)
- dan negara-negara ASEAN lainnya.
Misalnya, kamu ke Thailand dan beli street food, merchant-nya pakai PromptPay. Tinggal scan pakai aplikasi seperti BCA mobile atau Livin’ by Mandiri yang mendukung QRIS antarnegara. Mata uang otomatis dikonversi. Gampang banget!
FYI: Di negara lain mereka punya sistem QR sendiri, seperti PromptPay (Thailand), DuitNow (Malaysia), atau Bharat QR (India). Tapi karena ada kerja sama antar negara, sistem mereka bisa “ngobrol” dengan QRIS.
Hubungan QRIS dan GPN
QRIS dan GPN (Gerbang Pembayaran Nasional) sama-sama dibikin oleh Bank Indonesia. Tujuannya serupa: menyatukan sistem pembayaran di Indonesia agar efisien, murah, dan mandiri.
- QRIS untuk pembayaran pakai QR code.
- GPN untuk kartu debit & mesin EDC (Electronic Data Capture) yang bisa saling terhubung antar bank.
Ke depan, QRIS juga akan terhubung ke GPN. Artinya, kartu debit kamu bisa langsung tap atau scan ke QRIS merchant. Semua makin terintegrasi.
Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2025 (BSPI 2025)
QRIS dan GPN sebenarnya bagian dari rencana besar bernama Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2025 (BSPI 2025). Ini adalah peta jalan BI dalam membangun sistem pembayaran digital yang:
- Aman
- Cepat
- Terjangkau
- Inklusif
- Berdaulat (nggak tergantung pihak asing)
BSPI 2025 punya 5 pilar:
- Open Banking
- Retail Payment (QRIS & lainnya)
- Large Value Payment (BI-FAST, RTGS)
- Market Infrastructure
- Data & Regulasi
Dengan BSPI 2025, Indonesia jadi makin siap masuk ke era keuangan digital secara mandiri.
Seberapa Aman QRIS Digunakan?
Secara teknis, QRIS sangat aman karena:
- Dikelola dan diawasi langsung oleh Bank Indonesia
- Menggunakan sistem terenkripsi
- Tidak menyimpan data sensitif dalam QR code-nya
- Transaksi lewat aplikasi resmi yang butuh PIN atau biometrik
Namun, sebagai pengguna kamu tetap harus waspada terhadap:
- QR Palsu: Cek nama merchant sebelum bayar
- Phishing: Jangan scan QR dari sumber mencurigakan
- Salah input: Pastikan nominal & penerima benar
Pro Tip: Gunakan aplikasi dompet digital atau mobile banking resmi dan aktifkan notifikasi transaksi.
Kesimpulan
QRIS adalah inovasi besar dalam dunia pembayaran Indonesia. Bukan cuma bikin transaksi jadi mudah dan cepat, tapi juga membuka pintu untuk interkoneksi antarnegara. Ditambah dengan dukungan BSPI 2025, QRIS adalah bukti nyata bahwa Indonesia sedang serius membangun sistem keuangan digital yang kuat dan mandiri.
Siapa sangka, dari scan QR bisa jadi gerbang menuju masa depan ekonomi digital Indonesia?
Keywords: QRIS, pembayaran digital Indonesia, Bank Indonesia, GPN, QRIS antarnegara, keamanan QRIS, BSPI 2025, sistem pembayaran Indonesia