Belanja Kena PPN? Ini Dampaknya Buat PT Kamu, Terutama Kalau Sudah PKP!

Panduan Lengkap Pajak & Administrasi PT Perorangan untuk Pemilik Jasa
Written by @kiosmerdeka

Pernah ngalamin belanja barang atau jasa, terus liat invoice ada PPN 11%?

Banyak pemilik PT Perorangan (terutama yang baru aja berstatus PKP) bingung: ini PPN-nya harus diapain? Dicatat sebagai beban kah? Atau ada perlakuan khusus? Dan kalau gak dimasukin ke sistem pembukuan, ada efeknya nggak sih?

Tenang, kita bakal bahas ini pelan-pelan, pakai bahasa yang mudah dipahami.

1. Kondisi Awal: Belanja Rp250.000 + PPN 11%

Kamu melakukan pembelian dari vendor seharga Rp250.000. Di invoice, tercantum tambahan PPN 11% sebesar Rp27.500. Jadi total yang kamu bayarkan adalah Rp277.500.

2. Ini Dicatat Sebagai Apa? Beban atau Pembelian?

Tergantung apa yang dibeli, pencatatan bisa jadi beban operasional atau pembelian barang/jasa. Contohnya:

  • Kalau belinya software, domain, atau jasa digital: masuk ke Beban Langganan atau Beban IT
  • Kalau belinya alat tulis atau kebutuhan kantor: masuk ke Beban Perlengkapan Kantor
  • Kalau belinya stok barang dagangan: masuk ke Persediaan atau Pembelian

Jika barang/jasa tersebut punya masa manfaat lebih dari 1 tahun dan nilainya signifikan, bisa dicatat sebagai aset tetap atau aset tak berwujud, lalu diamortisasi atau disusutkan.

3. Dampak Nyata Kalau PT Kamu Sudah PKP

Nah, ini bagian pentingnya. Kalau kamu sudah PKP (Pengusaha Kena Pajak), maka kamu:

  • Wajib memungut PPN 11% saat menjual barang/jasa kena pajak
  • Berhak mengkreditkan PPN Masukan yang kamu bayar ke vendor

Simulasinya begini:

  • Kamu belanja: Rp250.000 + PPN 11% = Rp277.500
  • Artinya kamu punya PPN Masukan sebesar Rp27.500

Sekarang, kamu jual jasa ke klien:

  • Harga: Rp1.000.000 + PPN 11% = Rp1.110.000
  • PPN Keluaran: Rp110.000

Kalau kamu mencatat PPN Masukan tadi, maka:

PPN yang perlu disetor ke negara:

PPN Keluaran - PPN Masukan = Rp110.000 - Rp27.500 = Rp82.500

✅ Artinya, kamu bisa menghemat pengeluaran pajak sebesar Rp27.500.

Baca juga  Panduan Lengkap Pajak & Administrasi PT Perorangan untuk Pemilik Jasa

4. Gimana Kalau PPN Masukan Gak Kamu Input?

Kalau kamu lupa atau gak input PPN Masukan:

  • PPN Masukan itu jadi hangus
  • Kamu tetap harus setor penuh PPN Keluaran: Rp110.000
  • Jadi kamu rugi Rp27.500 secara langsung

Kalau kejadian kayak gini berulang, bayangin berapa banyak potensi penghematan pajak yang hilang…

5. Jurnal Akuntansi Sederhana

Jika Kamu PKP & Punya Faktur Pajak:

Beban Operasional     250.000
PPN Masukan            27.500
     Kas/Bank                   277.500

Jika Kamu BUKAN PKP:

Beban Operasional     277.500
     Kas/Bank                   277.500

6. Kesimpulan: Jangan Abaikan PPN Masukanmu!

Kalau kamu sudah PKP, pastikan setiap pembelian yang kena PPN kamu mintakan faktur pajaknya dan laporkan sebagai PPN Masukan. Ini hak kamu untuk mengurangi PPN yang kamu setor ke negara. Kalau gak dimasukkan, bukan hanya rugi secara finansial, tapi juga bisa mengganggu akurasi pelaporan pajak.

Bonus: Checklist Mini Buat PT yang Baru PKP

  • Minta faktur pajak dari setiap pembelian kena PPN
  • Cek bahwa faktur itu valid di e-Faktur
  • Input PPN Masukan di aplikasi e-Faktur
  • Simpan semua bukti transaksi dan faktur pajak

Keywords: PPN 11%, PKP, belanja perusahaan, PT Perorangan, PPN Masukan, beban operasional, faktur pajak, e-faktur

Leave a Comment